You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
pkl tanah abang dok video
photo Doc - Beritajakarta.id

Penataan PKL Korsel Sulit Diterapkan di Ibu Kota

Konsep penataan pedagang kaki lima (PKL) Korea Selatan (Korsel) yang memanfaatkan pedestrian sebagai ruang untuk berjualan sepertinya sulit diterapkan di ibu kota. Minimnya ketersediaan lahan menjadi faktor utama sulitnya menerapkan konsep tersebut.

Area pedestrian mereka luas. Beda sama kita yang aksesnya terhambat karena trotoar kita sempit. Makanya enggak bisa langsung diterapkan di sini. Harus distimulasikan

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, Joko Kundaryo mengatakan, banyak perbedaan mendasar antara Korea Selatan dan Jakarta. Sehingga penataan PKL di Korea Selatan, tidak bisa serta merta langsung diterapkan. Menurutnya, Korea Selatan memiliki pedestrian yang luas. Sehingga PKL bisa ditempatkan di sepanjang trotoar. Sementara trotoar di Jakarta sempit.

"Area pedestrian mereka luas. Beda sama kita yang aksesnya terhambat karena trotoar kita sempit. Makanya enggak bisa langsung diterapkan di sini. Harus distimulasikan," kata Joko, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (22/9).

Korsel Siap Bantu DKI Bangun Tanggul Raksasa

Terlebih, lanjut Joko, dalam penataan PKL di Korea Selatan cenderung membuat kawasan baru. Sementara pihaknya justru ingin menata kawasan yang ada agar lebih tertib. "Kami mendingan menata yang lama dulu biar bisa tertib, higienis karena kan biasanya jualan di atas got dan mengganggu pejalan kaki," tegasnya.

Joko menambahkan, PKL di Korea Selatan juga sangat tertib. Mereka tetap dapat mempertahankan jumlah PKL yang telah ditata alias tidak berkembang. Hal tersebut berbanding terbalik dengan yang ada di Jakarta. "Mereka di sana itu dikasih satu titik 10 PKL bisa terus 10. Kalau di sini enggak bisa. Dibilang 10 juga nanti malah bertambah terus, belum lagi ada ormas atau preman bisa nambah jadi 50," jelasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6794 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6174 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1406 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1318 personTiyo Surya Sakti
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1245 personAldi Geri Lumban Tobing